Bawaslu Minta Disdukcapil Percepat Pembuatan e-KTP Warga

Whisnu Mardiansyah    •    Sabtu, 18 Feb 2017 02:00 WIB
pilkada dki 2017
Bawaslu Minta Disdukcapil Percepat Pembuatan e-KTP Warga
lustrasi KTP elektronik. Foto: Antara/Irwansyah Putra

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mensinyalir penyebab dugaan kekurangan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena pengguna yang membludak.

Anggota Bawaslu Fachrudin meminta Disdukcapil segera menerbitkan seluruh e-KTP warga yang masih dalam proses pengerjaan.

"Terkait dengan surat keterangan Bawaslu DKI mendesak Disdukcapil untuk meinventarisir jumlah pemilih yang gunakan e-KTP dan gunakan suket," kata Fachrudin di kantornya, Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, Jumat 17 Februari 2017.

Baca: 7.000 Warga Tangerang akan Coblos Ulang

Kendati demikian, warga yang belum memiliki e-KTP masih bisa memiliki kesempatan untuk memilih dengan surat keterangan (suket) yang dikeluarkan Disdukcapil. Suket tersebut nantinya diserahkan ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat.

Kata Fachrudin, dalam rilis terakhir Disdukcapil mengeluarkan 84.591 ribu suket. Dari jumlah Suket itu, lanjutnya, hasil rekapitulasi suara tidak boleh melebihi dari data jumlah Suket Disdukcapil.

"Nanti kita akan lihat saat rekapitulasi apakah di atas dan di bawah itu jumlah Suket, karena banyak terjadi pembludakan daftar pemilih tambahan (DPTb)," ungkap Fachrudin.

Baca: Kalla Ingatkan Aturan untuk Gugat Hasil Pilkada ke MK

Meski Pilkada kemarin dinilai berjalan lancar, Bawaslu menyoroti penggunaan suket di lokasi hunian apartemen yang jumlahnya di luar prediksi penyelenggara pemilu.

"Tapi di apartemen tingkat hak pilih e-KTP dan Suket banyak, itu tidak elok. Disdukcapil kedepan kalau dua putaran harus mempercepat menggunakan Suket setelah melalui validasi harus diberikan e-KTP. Supaya saat pemungutan suara di jam 12 tidak membludak," pungkas Fachrudin.


(DEN)