Golkar Waspadai Swing Voters di Pilgub Jabar

Dheri Agriesta    •    Selasa, 05 Dec 2017 18:46 WIB
pilgub jabar 2018
Golkar Waspadai <i>Swing Voters</i> di Pilgub Jabar
Lambang Golkar/Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily tak ingin berpuas diri dengan perolehan pasangan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien dalam survei Poltracking Indonesia. Ace memelototi pemilik hak suara yang berpotensi berubah pilihan (swing voter).

Pilihan mendukung Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien memang dianggap tepat. Pasangan itu unggul sekitar 13 persen saat disimulasikan bertarung dengan pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

"Namun, kalau kita lihat masih ada 47 persen yang belum kuat pilihannya, ini akan jadi tantangan sendiri," kata Ace di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Desember 2017.

Ace mengklaim bisa meyakinkan pemilih tetap memberikan suara kepada Ridwan-Daniel. Butuh kerja keras memastikan kemenangan pasangan yang didukung.

"Harus ada effort yang sangat kuat dari kami koalisi pemenangan Ridwan Kamil dan Daniel, terus menerus bisa kami mantapkan pilihan masyarakat Jawa Barat," jelas dia.

Namun, ia tak ingin kelewat optimistis. Ia menyebut politik di Jawa Barat tak bisa ditebak. Berkaca dari sejarah, Jawa Barat kerap memunculkan kejutan.



Pada Pilkada 2008, tak ada yang membayangkan pasangan Ahmad Heryawan (Aher)-Dede Yusuf bisa menang. Survei saat itu menjagokan pasangan Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim.

"Saya tidak bisa membayangkan Kang Aher berpasangan dengan Dede Yusuf tiba-tiba menyalip, mengalahkan kekuatan besar Agum Gumelar. Waktu itu nama Aher tidak diperhitungkan, tapi dengan cepat mengejar," jelas Ace.

Survei Poltracking Indonesia menunjukkan dominasi Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018. Namun, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha menilai pemilih di Jawa Barat masih cair.

Ketika simulasi head to head diterapkan, Ridwan jauh meninggalkan rivalnya Deddy Mizwar. Ridwan mengantongi 49,4 persen dukungan sementara Deddy hanya 28,8 persen. Responden yang tidak menjawab dan tidak tahu sebanyak 21,8 persen.

Saat disimulasikan berpasangan, Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien juga masih unggul ketimbang Deddy-Syaikhu. Pasangan Ridwan-Daniel mengantongi 39,4 persen. Sedangkan Deddy-Syaikhu memperoleh 25,8 persen.

Berdasarkan temuan Poltracking, 78,5 persen responden memastikan ambil bagian dalam Pilkada Jawa Barat. Namun, 47,0 persen responden menyebut masih bisa mengganti pilihannya.

"Yang masih mungkin berubah, swing voters-nya itu tinggi. Strong voters itu 30 persen, Jadi masih mungkin fluktuasi perubahan pemilih," jelas Hanta.


(OJE)