Penggunaan Media Massa saat Pemilu Dinilai Perlu Diatur

Antara    •    Rabu, 14 Jun 2017 13:18 WIB
pilkada serentak
Penggunaan Media Massa saat Pemilu Dinilai Perlu Diatur
Ilustrasi--Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Penggunaan media massa dalam sosialisasi politik terkait pemilu perlu diatur. Pengaturan dilakukan agar media tidak didominasi beberapa pihak.

"Seperti di Meksiko dibatasi, dan ada jam tertentu. Saya lihat Meksiko ada pembatasan," kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Achmad Hafidz Tohir, Rabu 14 Juni 2017.

Sosialisasi kandidat dan partai kepada masyarakat melalui media massa memegang peran penting untuk memperkenalkan visi partai politik atau sosok kandidat. Baik dalam pilkada maupun pemilu.

Baca: Pakar: Media Massa Baiknya Fokus Kawal Proses Rekapitulasi KPU

Menurut Hafidz, tingkat pengenalan masyarakat terhadap kandidat harus mencapai 80 persen dari jumlah calon pemilih. Dengan demikian visi partai maupun kandidat tak asing bagi masyarakat.

Dengan adanya pengaturan mengenai batas slot atau waktu tayang bagi masing-masing partai atau kandidat, maka informasi yang diterima masyarakat semakin banyak dan merata. "Pemilu itu bukan milik yang kuat. Tapi seharusnya milik pihak yang mewakili rakyat," terang Hafidz.


(YDH)