Djarot: Tidak Perlu Tambahan Saksi di Pilkada Putaran Kedua

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 19 Mar 2017 03:02 WIB
pilgub dki 2017
Djarot: Tidak Perlu Tambahan Saksi di Pilkada Putaran Kedua
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kiri) didampingi istri menyampaikan pidato politik saat menghadiri deklarasi dukungan Relawan Badja Bhineka Tunggal Ika. (Foto: Antara/M Agung Rajasa).

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menekankan, tidak perlu lagi mengerahkan massa untuk menjadi saksi di TPS pada putaran kedua Pilkada 19 April mendatang. Pasalnya, sudah banyak pihak yang jadi saksi yang berasal dari saksi tiap pasangan calon, petugas KPPS, TNI, Polri, dan dari pemerintah.

"Saksinya sudah banyak, Tidak perlu undang (warga) seluruh Indonesia, apalagi pakai (alasan menegakkan) Al-Maidah. Ketawa sendiri saya, lucu," tutur Djarot dalam acara peresmian Relawan Badja Bhinneka Tunggal Ika di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu 18 Maret 2017.

Djarot sekaligus menyindir adanya rencana pengerahan massa pada saat hari pencoblosan Pilkada. Rencana itu disebut 'Tamasya Al Maidah' yang mengajak orang luar Jakarta untuk menjaga TPS saat berlangsungnya Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

"Kemarin pas di lapangan, saya diberitahu media, ada 'Tamasya Al-Maidah', opo meneh iki? Seluruh warga diminta datang ke Jakarta untuk mengawal masing-masing TPS, ngapain," tanya Djarot.

Djarot hanya berharap, pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta pada April mendatang bisa berjalan damai, aman, dan lancar. Paling terpenting, tidak ada intimidasi dalam memilih orang nomor satu dan dua di Jakarta.

"Mari sama-sama berdoa ke Allah supaya ada kejernihan hati. Harus ada kekuatan mental dalam tentukan pilihan," pungkas Djarot.
 


(HUS)