Soal KTP Dominasi Permasalahan di Pilkada Serentak 2017

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 16 Feb 2017 02:07 WIB
pilgub dki 2017
Soal KTP Dominasi Permasalahan di Pilkada Serentak 2017
Panitia Pemilihan Kecamatan Menteng memeriksa dan memperbaiki kotak suara untuk Pilkada DKI Jakarta, Selasa (19/6/2012). Antara Foto/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah permasalahan ditemukan di Pilkada serentak 2017 yang berlangsung di 101 Kabupaten/Kota dan Provinsi. Soal Kartu Tanda Penduduk (KTP) masih mendominasi temuan permasalahan di Pilkada.  

"Ada 17 kejadian secara umum, rata-rata menyangkut KTP. Jadi ada yang punya KTP ingin mencoblos TPS yang ia tidak terdaftar di DPT tersebut, namun memaksakan diri," kata Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu 15 Februari 2017.

Kejadian di atas beberapa di antaranya terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah, Morotai, Kabupaten Lembata dan Mauku Tenggara. Beberapa pihak memaksakan untuk ikut mencoblos dan DPT tak sesuai dengan TPS.

"Namun berkat kesiagapan KPPS dibantu oleh  aparat yang ada tidak terjadi keributan. Akhirnya oleh KPPS dibantu petugas polisian pemungutan suara dan penghitungan bisa berjalan dengan tertib," kata Rikwanto.

Selain masalah KTP, ada daerah yang harus mengalami penundaan pemungutan suara, lantaran logistik Pilkada yang belum sampai ke lokasi imbas faktor cuaca yang buruk. Kejadian itu terjadi di daerah Sangitalaud.

"Kotak suara menuju ke sana terhambat oleh situasi cuaca ombak setinggi 6 meter sehingga direncanakan besok pagi 07.00 baru akan digelar pemungutan suara dan penghitungannya tapi hanya sembilan TPS," kat Rikwanto.

Pilkada serentak 2017 pun diwarnai beberapa insiden kecil. Seperti sweeping dari pasangan dari salah satu pasangan calon terhadap warga yang akan mencoblos di Dusun Lukulimo, Halmahera Tengah. 

Serta insiden pembakaran meja dan laptop oleh salah satu simpatisan pasangan calon di Gorotalo. Ditaksir kerugian mencapai Rp10 juta. Pelaku atas nama Anggi Pikaya sudah diproses secara hukum. 

Rikwanto memastikan dengan beberapa insiden di atas, situasi dan kondisi keamanan di daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak kondusif. Dan tak mengganggu jalannya proses serangkaian pemungutan dan perhitungan suara. 

"101 wilayah di Indonesia, bahwa sampai saat ini situasi Kamtibmas di seluruh wilayah Indonesia khususnya yang melaksanakan Pilkada serentak kondisi kondusif, aman. Memang ada beberapa kejadian namun tidak menghalangi seluruh rangkaian kegiatan pemungutan suara dan penghitungan suara terhambat," pungkasnya.


(LDS)