Alasan 'Raja Dangdut' Kembali Dukung Khofifah

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 13 Mar 2018 01:01 WIB
pilkada serentakpilkada 2018pilgub jatim 2018
Alasan 'Raja Dangdut' Kembali Dukung Khofifah
Rhoma Irama saat menghadiri deklarasi dukungan pengurus Forsa Se-Jatim ke Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Surabaya. Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi

Surabaya: Sosok kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa sudah melekat di hati raja dangdut Rhoma Irama. Meski dua kali gagal dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur, Rhoma Irama meyakini Khofifah memimpin Jawa Timur tahun ini.

"Kami nyatakan all-out memenangkan Khofifah-Emil untuk Pilkada Jatim 2018," ujar musisi legendaris, Rhoma Irama saat deklarasi dukungan Fans of Rhoma Irama and Soneta (Forsa) Jawa Timur di Surabaya, Senin, 12 Maret 2018.

Lantas, apa yang membuat hati Rhoma Irama terpikat dalam memilih calon pemimpin di Jawa Timur? Khofifah Indar Parawansa merupakan sosok yang konsisten, integritas, kompeten, dan berpengalaman dalam pemerintahan di mata Rhoma.  

"Meski dulu sempat gagal, saya tidak mau beralih ke yang lain. Karena saya tahu siapa beliau. Mungkin ini yang dinamakan chemistry, dan saya yakin beliau mampu membuat Jatim lebih baik lagi," tegasnya.

Perjalanan Khofifah memang tak semulus apa yang diharapkan. Namun, lanjut Rhoma, semua itu adalah kehendak yang maha kuasa. Pihaknya mencontohkan, saat Khofifah gagal dalam Pilgub periode lalu, justru dia diberi kesempatan menduduki jabatan di kementerian Sosial RI.

"Mungkin saat itu, Khofifah belum di ridhoi untuk memimpin Jawa Timur. Dan hari ini kita mencoba berusaha, berikhtiar agar Khofifah bisa memimpin Jawa Timur menjadi lebih baik lagi," katanya. "Wes Wayahe" tambah Rhoma dengan diiringi shalawat dari pendukungnya.

Di Jawa Timur, lanjut Rhoma, merupakan basis santri, basisnya para kiai, ulama, dan tokoh-tokoh nasional. Namun dibalik itu, kini banyak kejahatan yang muncul. Harapannya, Khofifah bisa menjadikan Jawa Timur kembali ke jalan yang benar, dengan ketaqwaan dan keimanan para ulama Jawa Timur.

"Kami hanya berharap Jawa timur kembali pada ketakwaan dan keimanan. Dan mengurangi segala bentuk kejahatan yang ada. Tentunya dibarengi dengan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.


(SUR)