Gerindra Sebut Ada Aroma Kecurangan di KPU Kalbar

Agung Widura    •    Selasa, 09 Jan 2018 17:19 WIB
pilgub kalbar 2018
Gerindra Sebut Ada Aroma Kecurangan di KPU Kalbar
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono -- medcom.id/Agung Widura

Pontianak: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyesalkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar yang mengembalikan berkas pendaftaran pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat Milton Crosby-Boyman Harun. Padahal kelengkapan administrasi berkas bisa menyusul sampai hari terakhir pendaftaran.

"Seharusnya dalam berita acara itu ada catatan melengkapi berkasnya, bukan ditolak semua," kata Arief usai mendampingi Milton-Boyman di Kantor KPU Kalbar, Senin, 8 Januari 2018.

Arief meminta KPU Kalbar memperlihatkan dan menjelaskan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang menolak pemberkasan tersebut. "PKPU nomor berapa? Mana buktinya? Jangan menolak tanpa ada dasarnya," tegasnya.

(Baca: Gerindra Lapor Kekayaan Jagoannya di Jabar dan Kalbar)

Menurut Arief, ada hal tidak beres di KPU Kalbar. Ia menyebut ada upaya menggagalkan jagoan Gerindra dan PAN itu untuk ikut kontestasi Pilgub Kalbar 2018.

"Awas, jangan main-main. Masih ada DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Ini sudah ada bau-baunya kecurangan di KPU Kalbar," ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Kalbar Umi Rifdiyawati menjelaskan berkas pasangan Milton-Boyman ditolak lantaran masih ada dokumen persyaratan yang tidak dipenuhi. Meski berkas dikembalikan, pasangan ini diberi kesempatan melengkapi kekurangan hingga 10 Januari 2018.

"Kita sudah jelaskan bahwa KPU sudah membuat surat edaran terkait pendaftaran. Lampiran surat pendaftaran itu mengatur alur proses pendaftaran. Jadi, apa yang kami lakukan dengan menolak berkas pasangan Pak Milton dan Boyman sudah sesuai dengan surat edaran KPU," terang Umi.

(Baca: KPU Kalbar Minta Pasangan Calon Serahkan LHKPN)

Umi menuturkan persyaratan yang kurang adalah tidak adanya surat tanda terima penyerahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya juga harus menyertakan bukti yang menyebutkan tidak memiliki tanggungan utang dari pengadilan negeri.

"Jika kedua surat itu ada, maka berkas kami terima," kata Umi.

Pasangan Milton-Boyman maju ke pilgub Kalbar dengan dukungan dari Partai Gerindra dan PAN. Kedua partai tersebut memiliki 13 kursi di DPRD Kalbar.

Pasangan lain yang meramaikan bursa pemilihan gubernur Kalbar adalah Sutarmidji-Ria Norsan. Keduanya mendapat dukungan dari Partai NasDem, PPP, Hanura, PKS, dan PKB dengan 25 kursi di legislatif.

Terakhir, pasangan Karolin Margret-Suryadman Gidot. Keduanya didukung PDI Perjuangan, Demokrat, dan PKPI dengan total 27 kursi.


(NIN)