JK: Maju Pilkada, Menteri Mesti Keluar Kabinet

Dheri Agriesta    •    Selasa, 03 Oct 2017 15:53 WIB
pilkada 2018
JK: Maju Pilkada, Menteri Mesti Keluar Kabinet
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) sebelum sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta. Foto: Antara/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, menteri yang memutuskan maju dalam pilkada akan langsung diganti. Kabar perombakan kabinet memang mencuat jelang pilkada serentak 2018. 

"Ya, mesti kampanye kan? Kalau kampanye ya keluar dari kabinet," kata Kalla di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Oktober 2017.

Pernyataan ini disampaikan saat Kalla berkunjung ke salah satu venue Asian Games 2018. Kalla saat itu didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Kalla memberikan contoh sembari menggoda Basuki. Ia berandai bila Basuki ingin maju dalam pilkada Jawa Tengah. "Kalau pak Basuki mau jadi gubernur di mana? Jawa Tengah?" tanya Kalla sembari tersenyum.

Pertanyaan Kalla justru dijawab Basuki dengan jenaka. Basuki berkelakar dirinya ingin mencoba peruntungan di Kulonprogo. "Kulonprogo, bupati gitu kan. Ya mesti keluar (dari kabinet)," tegas Kalla.

Kabar perombakan kabinet mencuat seiring isu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa maju dalam pilkada Jawa Timur 2018. Khofifah sudah mengantongi dukungan dari sejumlah partai politik seperti NasDem dan Golkar.

Khofifah juga telah menyampaikan keinginannya kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kalla menyebut, keputusan mundur tergantung Khofifah.



(OGI)