PDI Perjuangan tak Sembarangan Rekrut Artis

Dheri Agriesta    •    Kamis, 19 Jul 2018 04:42 WIB
pemilu legislatif
PDI Perjuangan tak Sembarangan Rekrut Artis
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto(tengah) berbicara dengan peserta mudik gratis PDI Perjuangan sebelum diberangkatkan menggunakan KA Kertajaya menuju Surabaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (12/6). MI/ MOHAMAD IRFAN.

Jakarta: PDI Perjuangan menampung sejumlah publik figur yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjamin sosok yang dipilih adalah artis berkualitas.

"Kami tidak sembarang merekrut artis, artis yang kami rekrut harus bisa menyampaikan narasi cinta tanah air," kata Hasto di DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Juli 2018.

PDI Perjuangan merekrut Chica Koeswoyo dan Sari Yok Koeswoyo untuk daerah pemilihan DKI Jakarta. Hasto berharap, semangat yang dimiliki Koes Plus bisa ditularkan oleh dua saudara itu.

PDI Perjuangan juga mencalonkan penyanyi Katon Bagaskara bertarung di daerah pemilihan Yogyakarta. Katon dinilai cocok mewakili Yogyakarta yang sarat dengan budaya itu.

Untuk daerah pemilihan Jatim 5, PDI Perjuangan mencalonkan penyanyi Krisdayanti. Sang Diva mendapatkan mandat khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri untuk menggelorakan kembali semangat kebangsaan di Jawa Timur.

Menggaet pemilih pemula dan generasi milenial, PDI Perjuangan mencalonkan Kirana Larasati. Kirana merupakan sosok yang membuat produk berdesain unik dengan tema Presiden pertama Indonesia Sukarno.

"Dia punya produk milenial yang menempatkan Bung Karno sebagai bagian gaya anak muda, punya desain sangat bagus, menghadirkan pemikiran Bung Karno buat milenial," jelas Hasto.

Partai berlambang banteng juga mencalonkan Harvey Malaihollo di daerah pemilihan Papua Barat. Sosok Iis Sugianto pun diusung untuk menarik suara dari generasi yang akrab dengan musik-musik penyanyi itu.

"Lalu Ian Kasela, kita tahu dia vokalis Radja, pemilih muda mengidolakan dia, kami tempatkan di Kalimantan Selatan," jelas Hasto.


(DEN)