Pengunduran Tiga Jenderal yang Ikut Pilkada Sesuai Aturan

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 11 Jan 2018 18:45 WIB
pilkada serentak
Pengunduran Tiga Jenderal yang Ikut Pilkada Sesuai Aturan
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. MI/M Irfan.

Jakarta: Tiga jenderal polisi yang bertarung di pilkada serentak 2018 telah mengajukan surat pengunduran diri. Tiga jenderal itu kini tak lagi memiliki jabatan di Polri.

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menilai pengunduran diri tersebut sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 3 tentang Pedoman Bagi Anggota Polri Dalam Mengikuti Pemilihan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

"Begitu pengunduran diri dilakukan, saya sudah melakukan langkah-langkah untuk me-non-job-kan," kata Tito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Januari 2018. 

Setidaknya, ada 10 perwira Polri yang berkontestasi dalam pilkada serentak. Tiga perwira mengikuti pemilihan gubernur dan tujuh perwira mengikuti pemilihan bupati atau wali kota.

Baca: Jenderal yang Nyagub Resmi Diganti

Tito pun meminta mereka mengajukan surat pengunduran diri. Telegram rahasia menindak lanjuti surat pengunduran diri mereka keluar minggu lalu.

"Minggu ini kita laksanakan. Sehingga lebih fair sambil proses pensiun kita lakukan," kata Tito. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan pasangan calon kepala daerah pada 12 Februari. Tito pun berharap sepuluh perwira yang ambil bagian telah pensiun sebelum waktu penetapan calon.

"SDM sudah cek satu per satu. Ada juga yang sudah masuk. Kalau enggak salah itu juga persyaratan untuk ke KPU," tandas Tito. 

Setidaknya ada tiga jenderal polisi yang ikut dalam pilkada serentak, Kepala Korps Brimob Irjen Murad Ismail sebagai calon Gubernur Maluku dan Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin sebagai calon Gubernur Kalimantan Timur. Selain itu, juga ada Irjen Anton Charliyan yang mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.




(DRI)