Mengintip Kerja Tim Satgas Antikampanye Hitam

Pythag Kurniati    •    Jumat, 12 Jan 2018 13:27 WIB
polripilkada 2018
Mengintip Kerja Tim Satgas Antikampanye Hitam
Posko Satgas Antikampanye Hitam di Mako 2 Polresta Surakarta -- Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Puluhan polisi serius di hadapan layar komputer masing-masing. Jari-jari mereka lincah menelusuri satu demi satu media sosial di jagat maya.

Puluhan polisi tersebut tak lain anggota tim Satgas Antikampanye Hitam. Mereka bertugas mendeteksi adanya kampanye hitam selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengatakan tim tersebut dibentuk untuk menindaklanjuti perintah Kapolri agar mengamankan gelaran pilkada, termasuk mengamankan dari beredarnya kampanye hitam. "Tim akan melakukan patroli cyber setiap hari, selama 24 jam," kata dia di Posko Satgas Antikampanye Hitam, Mako 2 Polresta Surakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Apabila tim menemukan pihak-pihak yang diduga melakukan kecurangan saat pilkada dengan menyebarkan berita fitnah, bohong, ataupun mencemaskan masyarakat, akun tersebut segera ditindaklanjuti. "Kita akan coba netralkan. Namun, jika penyebaran masif dan meresahkan, kita bisa tindak tegas ke ranah hukum," beber Andy.

Posko Satgas Antikampanye Hitam terdiri dari dua ruangan bersekat. Posko dilengkapi 16 komputer dengan jaringan internet yang beroperasi 24 jam. Posko ini mulai beroperasi pada awal tahapan pilkada.

"Akan beroperasi hingga Pilpres nanti," lanjut Andy.

Pada kesempatan itu, Andy berpesan agar seluruh polisi bersikap netral selama pelaksanaan pilkada. "Berulang-ulang saya sampaikan, jangan ada keberpihakan. Semua harus netral," tegasnya.


(NIN)