Tugas Anggota Tim Sinkronisasi Anies-Sandi

Intan fauzi    •    Senin, 15 May 2017 16:07 WIB
pilgub dki 2017
Tugas Anggota Tim Sinkronisasi Anies-Sandi
Pengumuman Tim Sinkronisasi Anies-Sandi. Foto: MTVN/Intan Fauzi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tujuh anggota tim sinkronisasi Anies-Sandi memiliki tugas berbeda-beda. Mereka fokus pada bidang tertentu yang disesuaikan dengan latar belakang masing-masing.

Anggota pertama ialah Edriana Noerdin, aktivis penggerak urusan perempuan dan kesejahteraan anak. Wanita yang menempuh pendidikan S2 di Institute of Social Studies (ISS) The Haque, Belanda, itu mendirikan Women Research Institute (WRI) dan membuat riset-riset tentang hak perempuan yang berhubungan dengan kebijakan publik.

"Ia akan fokus pada kajian dan aspek-apek yang berkaitan dengan kesejahteraan," kata Sudirman Said, ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi di Rumah Boy Sadikin, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2017.

Kedua adalah Hanief Arie Setianto, seorang akuntan yang menjabat sebagai deputi monitoring di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) pada 2010-2014. Ia sempat mengawal agenda strategis sektor energi di Kementerian ESDM 2015-2016.

"Latar belakangnya memang akuntan tapi bukan karena sesama akuntan. Memang kami butuh orang detail dan disiplin men-track apa yang kita rencanakan," ujar mantan Menteri ESDM itu.

Ketiga, Rikrik Rizkiana seorang advokat dan social entrepreneur yang aktif di Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Dia akan fokus pada masalah regulasi dan legal, serta dasar hukum yang menjadi landasan penyusunan program.

Anggota selanjutnya adalah Fadjar Panjaitan yang sempat menjabat sebagai sekretaris daerah DKI Jakarta pada 2010-2013. Ia juga pernah menduduki kursi asisten sekda DKI Jakarta bidang pemerintahan pada 2008-2010 dan wali kota Jakarta Barat pada 2004-2008.

"Fajar mem-back up pengalaman di birokrasi DKI dan fokus pada existing program yang harus dilanjutkan Anies-Sandi," lanjut Sudirman.

Baca: Tim Sinkronisasi Bertugas Menerjemahkan Janji Anies-Sandi

Ada pula arsitek dan peneliti tata kota Marco Kusumawijaya. Sempat menempuh S2 di Universitas Katolik Parahyangan, pendiri Rujak Center for Urban Studies itu dianggap mampu mengkaji program Anies-Sandi yang berkaitan denvan tata kota dan lingkungan.

Anggota keenam adalah mantan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamenpan-RB) periode 2011-2013 Eko Prasojo. Sudirman menilai Eko bisa mengkaji dan memperbaiki pola kerja dan sistem pemerintahan ke depan.

Yang terakhir adalah Untoro Hariadi, peneliti dan staf pengajar di Universitas Janabadra Yogyakarta. "Meskipun latar belakangnya filsafat, beliau ini kepala sekretariat tim sinkronisasi yang menyiapkan seluruh logistik," ucap Sudirman.



(OGI)